Berita Arsada
Thursday November 23, 2017
Register
  • Patient Complaine Handling
  • Doctor and Patient
  • Doctor Writing Notes
  • Laboratory
  • Operasi

Seminar Nasional X Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA)

Hari ke-2, Jakarta, 24 Agustus 2017

Hari 1 | Hari 2 | Hari 3

rakernas-arsada-2-1

Pleno 1.

Pembicara Dr  Wasista BudiwaIuya, MHA yang mewakili dari KARS dengan topik “ Strategi dan Kiat menuju Akreditasi Rumah Sakit dengan Standar Nasional Akreditasi RS ( SNARS) edisi1” mengatakan  pada SNARS edisi 1 lebih mudah dipahami, dan ada beberapa standar dalam akreditasi mengalami perubahan. Perubahan ini dilakukan untuk selalu improvement terus  menerus dan diperlukan suatu revisi dari standar yang sudah ada. Hal-hal  yang baru  tersebut adalah: 1} Standar Pengelolaan Pengendalian Resisten antimikroba (PPRA), 2)Pelayanan Geriatri, 3) Integrasi pendidikan kesehatan dalam pelayanan (untuk Rumah Sakit Pendidikan).  Salah satu strategi dan kiat yang harus dilakukan dengan pendekatan sistematik (semua departemen/Unit pelayanan terlibat secara aktif ) dalam hal koordinasi dan komunikasi kinerja peningkatan mutu masing-masing departemen/Unit Pelayanan.

rakernas-arsada-2-2

Pleno 2, sesi 1

Gubernur Jawa Timur yang berhalangan hadir, diwakilkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur ,Dr .dr  Kohar Hari, SpAn(K)  topik “Dukungan Kebijakan Gubernur jawa Timur terhadap pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Rumah Sakit Daerah Kabupaten/Kota” dalam paparannya membahas isu strategis bidang kesehatan di provinsi Jawa Timur diantaranya adalah 1) Angka Kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), 2) Penanganan giizi buruk dan stunting, 3) Penyakit Menular dan Tidak menular, 4) Pelayanan Kesehatan Dasar dan rujukan yang terakreditasi serta 5) jaminan kesehatan Nasional.  

            Penduduk Provinsi Jawa Timur berjumlah  40.853.473 jiwa, dan sudah terintegrasi JKN sebanyak 23.399.957 jiwa ( 57,3%) dan yang belum sebanyak 17.435.516 jiwa ( 42,7%) terdapat 20 (dua puluh ) Pemberi  Pelayanan Kesehatan terdiri dari 5 (lima) Rumah Sakit Provinsi, 9 (sembilan) RS UPT Dinkes Provinsi Jawa timur, 5 (lima) RS Rujukan Regional , 1(satu) RS Kemenkes dengan 13 Penerima Biakes Maskin yaitu seniman, UPT Dinsos ,Penghuni Lapas, Gelandangan , Kusta, penderita AIDS, Pengungsi MSL Sosial, Gizi buruk, Pasung, Gangguan Jiwa berat, Neontal Rsti, Bumil Resti , kelainan Kongenital , KIPI.

Pleno 2, sesi 2

Menghadirkan Gubernur  Jambi: H. Zumi Zola Zulkifli, Stp, MA dengan  topik” Peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah  Pusat dalam  pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Rumah Sakit Daerah” mengemukakan permasalahan dan isu strategis adalah 1) tingginya AKI dan AKB, 2) Jumlah dan kualitas tenaga medis dan pramedis yang terbatas fterutama di pedesaan dan wilayah terpencil ,3)Jumlah tenaga spesialis yang terbatas,  4) Kompetensi  tenaga medis pedesaan yang masih rendah, 5) Infrastruktur Kesehatan yang masih rendah kualitasnya , 6) Layanan kesehatan pada rumah sakit umum daerah dan puskesmas belum semuanya memenuhi standar pelayanan minimun untuk kesehatan, 7) Belum adanya puskesmas yang terakreditasi dan 8) layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin masih diskriminatif. Dalam strategi dan arah kebijakan,Pak Gubernur mendukung penuh 9 (sembilan) program prioritas NAWACITA.

rakernas-arsada-2-3

Pleno 3, sesi 1

Pembicara : Dr. Eka Nurhandini SpA  sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dengan topik “ Peran Dinas kesehatan di Provinsi NTB dalam pembinaan, pengawasan dan pengendalian Sistem Kesehatan Nasional”

            Peran Dinas Kesehatan dalam pembinaan, pengendalian dan pengawasan sangatlah penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan di Rumah Sakit.

Pelaksanaan pembinaan, pengendalian dan pengawasan belum dilaksanakan secara maksimal mengingat keterbatasan sumber daya. Ibu Kepala Dinas juga mengatakan beberapa tantangan  dalam penguatan Sistem KesehatanNasional  adalah: 1) Fasilitas Pelayanan Kesehatan masih banyak yang belum terakreditasi (s/d semester I, Puskesmas yang terakreditasi 20% dan RS yang terakreditasi 31,03%), 2) Jumlah tenaga kesehatan belum sesuai (Peraturan Menteri Kesehatan 75/2014), 3) Distribusi tenaga kesehatan tidak merata , 4) Belum semua Prosedur, Alur, Pencatatan dan Pelaporan Rujukan dilaksanakan dengan baik oleh Kab/Kota, 5) Kepatuhan sistem rujukan yang akan berdampak pada tidak bisa diklaim ke BPJS, 6) Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap status kesehatan masyarakat seperti angka kemiskinan yang masih diatas angka nasional (16,02%)

rakernas-arsada-2-4

Pleno 3, sesi 2

Pembicara : dr. Hj Rini Retno Sukesih, Mkes sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dengan topik “ Peran Dinas kesehatan di Provinsi Kalimantan Timur dalam pembinaan, pengawasan dan pengendalian Sistem Kesehatan Nasional di Daerah Provinsi Kalimantan Timur”

rakernas-arsada-2-5

            Upaya Dinkes Prov. Kaltim untuk mendukung percepatan akreditasi rumah sakit, melalui bimbingan Teknis, workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bagi penanggung jawab akreditasi rumah sakit, workshop Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, workshop Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) bagi Dinkes Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit. Dalam rangka Pembinaan yang dilakukan oleh Dinas kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dengan kegiatan visitasi terkait permohonan izin operasional dan monitoring Rumah sakit melalui SIMRS dan ASPAK .

rakernas-arsada-2-6

Seminar hari kedua diakhiri dengan Pelantikan Pengurus Wilayah Arsada Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Jambi oleh Ketua Arsada pusat dr. R Heru  Ariyadi  M.PH.

rakernas-arsada-2-7

rakernas-arsada-2-8

rakernas-arsada-2-9

СНПЧ А7 Тюмень, обзоры принтеров и МФУ

Media Partner Website Arsada:

KEMENKES KEMENDAGRI PERSI BPJS KARS ALKES    
Follow Us Contact Us