Berita Arsada
Wednesday December 12, 2018
Register
  • Patient Complaine Handling
  • Doctor and Patient
  • Doctor Writing Notes
  • Laboratory
  • Operasi

Feed Display

No feed URL specified.

berita arsada

Menteri Kesehatan Tidak Harus Berprofesi Medis


Jakarta – Kisruh pemilu presiden masih belum selesai. Akan tetapi pembicaraan soal bursa kandidat menteri dari pasangan Capres/Cawapres No 2 sudah menjadi bahan perbincangan, sehingga muncul berbagai versi susunan kabinet sebagai usulan dari berbagai pihak.  Khususnya untuk Kementerian Kesehatan, ada sejumlah calon yang diajukan sebagai kandidat Menteri Kesehatan.

 

dr Kartono Muhammad, mantan Ketua Umum IDI yang kini tergabung dalam Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Kesehatan  mengemukakan pandangannya bahwa kandidat menteri kesehatan selanjutnya tidak harus dari kalangan dokter, seperti yang umum dipilih selama ini.

Read more: Menteri Kesehatan Tidak Harus Berprofesi Medis

KARTU BPJS, KARTU JKN ATAU KARTU INDONESIA SEHAT ?

Pemilihan Presiden baru saja usai, meskipun prosesnya masih belum selesai. Sesuai dengan hasil hitung manual dalam sidangnya tanggal 22 Juli 2014, Komisi Pemilihan Umum menetapkan Pasangan nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2014 – 2019. Pada saat berkampanye, Jokowi menawarkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi setiap warga Negara Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bersama, mulai 1 Januari tahun 2014 diberlakukan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); maka KIS menjadi bahan diskusi dinamis dan menarik di komunitas kesehatan.

Read more: KARTU BPJS, KARTU JKN ATAU KARTU INDONESIA SEHAT ?

Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis

Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis

1. Overview

Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program spesialis di perguruan tinggi di dalam negeri.

Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program spesialis kedokteran di perguruan tinggi unggulan baik di dalam negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.

Read more: Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis

Meminimalisasi Disparitas Tarif

Dalam Seminar Hari ke III, Rakaernas ARSADA, tanggal 13 Juni 2014, di Gumaya Tower Hotel, yang mengangkat topik “Heboh JKN : Mencari Bentuk Hubungan Manajemen – Komite Medcik – BPJS,” sebagai pembicara pertama Prof dr Paul Tahalele, SpBTKV (K) yang mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Peran IKABI dalam Standarisasi Pelayanan Kedokteran Pasien BPJS.”

        Di awal presntasinya Ketua PP IKABI memaparkan cerita pelaksanaan BPJS di RS daerah, yang menimbulkan sejumlah masalah, antara lain : Pertama, Op. Hernia & Appendiks Rp. 200rb (dulu, Askes 500rb) – Program Askes lebih baik. Kedua, ada Direktur RS memotong 10% dari tarif untuk jasa Dokter Bedah. Ketiga, Permainan laporan dibalik komputer (moral hazard). Keempat, Perbedaan RS Swasta dan RS Pemerintah. Kelima, Adanya Diskriminasi RS Pendidikan dan Non Pendidikan. Keenam, Perbedaan tarif yang mencolok antara klas RS (RUJ Nas, A, B, C, D). Dan, ketujuh, Masih ada sistem remunerasi.

Read more: Meminimalisasi Disparitas Tarif

Celah Pelaksanaan JKN

Sebagai pembicara ke dua, dalam seminar hari ke 2, pada Rakernas ARSADA  yang menyoroti masalah  “Mungkinkah JKN membuat RS bangkrut?”, Prof Dr Hasbullah Thabrany, MPH, DrP, mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Hollow Pelaksanaan JKN”, di Gumaya Tower Hotel, Kamis 12 Juni 2014. 

 

Guru Besar FKM UI itu mengawali dengan memberikan gambaran layanan rumah sakit  sebelum JKN, di mana mayoritas penduduk di Indonesia membeli sendiri –dari koceknya, layanan rumah sakit yang mahal dari pihak pemerintah. Dan, kebijakan RS menyebabkan banyak dokter yang menjadi Robin Hood –untuk menolong rakyat miskin.

Read more: Celah Pelaksanaan JKN

SEMINAR DAN PAMERAN ALAT KESEHATAN

This is a bridge
This bridge is very long
On the road again
This slideshow uses a JQuery script adapted from Pixedelic

Media Partner Website Arsada:

KEMENKES KEMENDAGRI PERSI BPJS KARS ALKES    
Follow Us Contact Us