Internasional
Thursday November 23, 2017
Register
  • Patient Complaine Handling
  • Doctor and Patient
  • Doctor Writing Notes
  • Laboratory
  • Operasi

Internasional

Konfrensi International Mutu Pelayanan Kesehatan ISQUA Tokyo 17-19 Oktober 2016

 

Pembukaan

lokasiTokyo International ForumPertemuan dibuka secara resmi oleh Cliff Hughes sebagai presiden ISQua dan Hirobumi Kawakita sebagai ketua Japan Council for Quality Health Care (JQ) serta oleh Yasuhisa Shiozaki The Minister of Health, Labour and Welfare dan Yoshitake Yokokura, President, Japan Medical Association.

Peserta berjumlah lebih dari 1.200 orang yang berasal lebih dari 50 negara termasuk dari Indonesia yang setidaknya terdapat 20 peserta yaitu: 5 peserta dari Kemenkes, 5 peserta dari KARS, 5 peserta dari RS (RS Pelni dan RSCM), 4 peserta dari perguruan tinggi (UGM dan UI) dan 1 peserta dari SCG.

Hughes mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta terutama para pengirim abstrak yang umumnya berusia muda yang menulis berbagai inovasi-inovasi upaya peningkatan mutu. Hughes juga mengajak para peserta memperhatikan program utama konferensi ISQua tahun ini yaitu sistem evaluasi mutu eksternal dan sistem edukasi mutu pelayanan kesehatan.

Kawakita mengucapkan selamat datang sebagai tuan rumah dan juga mengajak kepada para peserta untuk tetap mempertahankan upaya peningkatan mutu yang selama ini telah dilakuan, terutama terkait patient safety dimana pada tahun ini JQ kembali konsentrasi kepada basic quality ini.

menkes jepangMenteri Kesehatan JepangMenteri Kesehatan Jepang membuka dengan menginformasikan bahwa mereka baru saja menyelesaikan "Health Care 2035" sebagai visi nasional ke depan termasuk untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.  Terdapat 2.200 RS di Jepang sudah diakreditasi oleh Japan Quality aat ini.

Yokokura juga menginformasikan bahwa 27% penduduk Jepang berusia di atas 65 tahun, sehingga mereka menghadapi masalah mutu pelayanan kesehatan yang agak berbeda. Salah satunya adalah dengan menegaskan kembali pentingnya pendidikan dokter berkelanjutan juga kembali mengembangkan sistem kesehatan berdasarkan "Kakaritsuke" atau dokter keluarga dalam menerapkan eldery care.

 

Read more: Konfrensi International Mutu Pelayanan Kesehatan ISQUA Tokyo 17-19 Oktober 2016

Nama Tanaman Obat Global Diseragamkan

JAKARTA, KOMPAS - Tim Ilmuwan di Royal Botanical Gardens Kew, Inggris, memulai tugas besar dan berat mengupayakan data tunggal seluruh jenis tanaman bermanfaat obat di seluruh dunia. Upaya itu dinilai sangat penting karena satu jenis tanaman saja bisa di sebut berbeda di satu wilayah atau lintas negara. Salah konsumsi tanaman berkhasiat obat bisa berakibat fatal.

 

Itu yang terjadi ketika 100 oorang Belgia terkena gagal ginjal karena minum pil tertentu, yang ternyata salah satu bahannya salah karena penamaan sama. "Konsekuensinya sangat serius ketika menggunakan jenis tanaman yang tidak tepat," kata Bob Allkin dari proyek Penanaman Tanaman Obat (MPNS) Kew, seperti di kutip BBC, Rabu (2/11). Saat ini, proyek itu mencakup sekitar 18.000 jenis tanaman.

 

Dari jumlah itu saja, dikenali 90.000 penyebutan nama. Padahal, jumlah spesies tanaman obat di dunia jauh lebih banyak lagi. Demi mencegah dampak buruk lebih dan kesamaan identifikasi secara global, tim itu akan bekerja keras menggunakan satu nama yang di sepakati dunia untuk satu jenis tanaman. Itu akan memudahkan ahli farmasi, apoteker, arau peneliti tanaman obat dunia. (BBC/GSA). 

Layanan Medis di Aleppo Timur Lumpuh

BEIRUT, KOMPAS - Akibat dihantam rentetan gempuran tiada henti, sistem pelayanan medis di kota Aleppo Timur yang dikontrol kelompok oposisi praktis lumouh. Deputi Utusan PBB untuk Suriah Ramzy Ezzeldine, Kamis (29/9), menyebutkan, sekitar 600 orang yang luka-luka butuh dievakuasi dari Aleppo Timur yang kini terkepung.

Read more: Layanan Medis di Aleppo Timur Lumpuh

Komunitas Gay Serukan Revisi Kebijakan Donor Darah AS

Tak lama setelah insiden penembakan massal di sebuah klub gay di Orlando diketahui publik, ribuan anggota komunitas homoseksual antri untuk menyumbang darah. Tetapi mereka ditolak karena kebijakan pemerintah Amerika melarang laki-laki gay yang aktif secara seksual selama setahun terakhir untuk menyumbang darah mereka. Kebijakan ini menimbulkan kemarahan sejumlah anggota komunitas gay.

Read more: Komunitas Gay Serukan Revisi Kebijakan Donor Darah AS

Ribuan orang di India terinfeksi HIV karena transfusi darah

Paling tidak 2.234 warga India terkena virus mematikan HIV saat menerima transfusi darah di sejumlah rumah sakit dalam 17 bulan terakhir.

Read more: Ribuan orang di India terinfeksi HIV karena transfusi darah

Media Partner Website Arsada:

KEMENKES KEMENDAGRI PERSI BPJS KARS ALKES    
Follow Us Contact Us