Nasional
Thursday November 23, 2017
Register
  • Patient Complaine Handling
  • Doctor and Patient
  • Doctor Writing Notes
  • Laboratory
  • Operasi

Nasional

RSUD Kandangan Luncurkan Sistem Terintegrasi Peserta BPJS

Kandangan,  (Antaranews Kalsel) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Barabai dan RUSD Brigjen H Hasan Basry Kandangan meluncurkan sistem aplikasi terintegrasi peserta BPJS untuk memudahkan pelayanan bagi peserta jaminan kesehatan masyarakat tersebut.

"Bridging system" ini adalah upaya integrasi dua sistem hingga RSUD dapat akses data kepersertaan BPJS Nasional dan dapat mempercepat administrasi klaim dan entri data serta efisieni waktu, karena pasien antre cuma satu kali," kata Kepala BPJS Barabai Antokalina di Kandangan, Senin.

Peluncuran aplikasi terintegrasi BPJS Kesehatan bersama RSUD Kandangan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Ideham dan beberapa pejabat rumah sakit dan BPJS. 

Antokalina menjelaskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan komitmen pemerintah pusat untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat.

Menurut dia, hingga kini memang masih terdapat beberapa persoalan di lapangan yang perlu diatasi bersama, agar program ini dapat terlaksana dengan baik.

"Jumlah kepesertaan JKN secara nasional per 28 Oktober 2016 sebanyak 177 juta," katanya.

Peningkatan jumlah peserta program kesehatan ini, kata dia, akan diiringi dengan peningkatan fasilitas kesehatan untuk mengatasi keterbatasan kemampuan masyarakat dalam biaya pengobatan,. Selain itu, pemerintah juga akan memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

Khusus di RSUD Kandangan, tambah dia, hingga kini klaim BPJS menjadi Rp3,4 miliar, dan diharapkan dengan semakin besarnya klaim kesehatan masyarakat, menjadi salah satu bukti bahwa pelayanan kesehatan di daerah tersebut semakin baik dan merata.

Sekda HSS HM Ideham mengatakan, dengan peluncuran sistem terintegrasi ini nantinya dapat meningkatkan layanan kesehatan secara optimal melalui sistem komputerisasi.

Hanya, tambah dia, yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam pelayanan tersebut adalah sinergi terutama dalam kesiapan sistem dan sumber daya manusia yang melaksanakannya.

"Perubahan sistem harus diiiringi dengan perubahan baik dari cara kerja maupun pola pikir, dari manual ke komputer," katanya.

 

Sumber : www.antarakalsel.com

Baca Berita Bocah Kirim Surat ke Menteri Kesehatan, Wakil Ketua Komisi IX DPR: Prihatin dan Sedih

JAKARTA - Usai membaca berita soal bocah yang mengidap tumor pembuluh darah yang saat ini berada di RSCM, Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaoanan Daulay mengaku sedih dan berharap Jaka bisa lekas sembuh dari penyakitnya.

"Saya ikut prihatin dan sedih membaca surat Jaka. Ada dua hal menjadi harapan saya. Pertama, semoga Jaka segera ditangani oleh dokter ahli. Kedua, Jaka segera diberi kesembuhan dan bisa kembali melanjutkan pendidikannya," ujar Saleh Politisi Partai Amanat Nasional asal Sumatera Utara ini, Kamis (27/10/2016) melalui pesan Whatsapp.

Read more: Baca Berita Bocah Kirim Surat ke Menteri Kesehatan, Wakil Ketua Komisi IX DPR: Prihatin dan Sedih

Dokter Layanan Primer Dipertahankan

GUNUNG KIDUL, KOMPAS - Pemerintah bersikukuh tak akan menghapus program pendidikan dokter layanan primer atau DLP meski program itu ditolak para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia. Selain dibutuhkan untuk meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan DLP juga merupakan amanat undang-undang.

Read more: Dokter Layanan Primer Dipertahankan

Indeks kepuasan layanan kesehatan 79,85, Menkes sebut 169 juta warga ikut JKN

LENSAINDONESIA.COM: Dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, mampu mendorong jumlah rakyat Indonesia menjadi peserta Jaminan Kesehatan nasional (JKN) terus meningkat. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moelok membeberkan, hingga saat ini peserta JKN mencapai lebih 169 juta warga.

Read more: Indeks kepuasan layanan kesehatan 79,85, Menkes sebut 169 juta warga ikut JKN

Gubernur: Masyarakat Belum Paham Tentang BPJS

  1. Ambon - Gubernur Maluku Said Assagaff mengaku pentingnya BPJS Ketenagakerjaan belum dipahami dengan baik oleh masyarakat. Oleh sebab itu, pemahaman tentang pentingnya jaminan sosial khususnya tenaga kerja, harus ditingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan bagi kader penggerak BPJS Ketenagakerjaan.

Read more: Gubernur: Masyarakat Belum Paham Tentang BPJS

Media Partner Website Arsada:

KEMENKES KEMENDAGRI PERSI BPJS KARS ALKES    
Follow Us Contact Us