ARSADA dan Rumah Sakit Daerah Indonesia Tampil di APHaH 2026: Berbagi Inovasi Hospital at Home di Forum Internasional 

Taipei, Taiwan – Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) bersama sejumlah rumah sakit daerah berpartisipasi dalam The First Asia Pacific Hospital at Home Congress (APHaH) 2026 yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di Taipei, Taiwan. Kongres internasional pertama di kawasan Asia Pasifik yang secara khusus membahas Hospital at Home ini menjadi ajang berbagi pengalaman, membangun jejaring, sekaligus mempelajari berbagai model pelayanan kesehatan berbasis rumah yang berkembang di berbagai negara.

Sebagian anggota delegasi berpose di depan daftar peserta kongres

Delegasi Indonesia yang dikoordinir oleh Tim PKMK FK KMK UGM ini terdiri atas unsur akademisi, beberapa PP ARSADA, dan pimpinan beberapa rumah sakit daerah. Selain mengikuti seluruh rangkaian scientific sessions, delegasi ini juga mengikuti pre-congress guided tour di Medical Taiwan 2026 serta hospital visit ke Taichung Veterans General Hospital untuk melihat implementasi teknologi digital, telemedicine, dan model pelayanan smart hospital secara langsung, dimaan teknologi ini sangat penting untuk mendukung pelayanan yang bersifat remote.

dr. Kinik Darsono, MMed. Ed. FISQua (Direktur RSUD dr. Soeratno, Gemblong) menerima sertifikat narasumber setelah mempresentasikan inovasinya.

Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam APHaH 2026 tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai kontributor dalam forum ilmiah internasional. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah tampilnya dr. Kinik Darsono, Direktur RSUD dr. Soeratno Gemolong sekaligus perwakilan ARSADA, sebagai presenter oral dengan makalah berjudul “From Ability-to-Pay to Ability-to-Access: Reframing Reimbursement Design for Hospital-at-Home in a Decentralized Health System.”

Melalui presentasi tersebut, Indonesia berbagi perspektif mengenai tantangan pengembangan Hospital at Home dalam sistem kesehatan yang terdesentralisasi. Fokus pembahasannya tidak hanya pada aspek klinis, tetapi juga pada bagaimana sistem pembiayaan perlu bergeser dari pendekatan ability to pay menuju ability to access, sehingga layanan Hospital at Home dapat diakses lebih luas oleh masyarakat dan berkelanjutan dalam konteks negara berkembang.

Selain presentasi oral, beberapa rumah sakit daerah anggota ARSADA juga berhasil meloloskan karya ilmiahnya pada sesi Poster Exhibition, sehingga praktik-praktik baik yang dikembangkan di Indonesia dapat dipelajari oleh peserta dari berbagai negara. Tiga poster yang ditampilkan adalah:

  • RSUD dr. Soeratno Gemolong
    • HEBAT: A Publicly Supported Hospital-at-Home Model Reducing Readmission by 23% in a High-Risk Rural Population in Indonesia
  • RSUD Bakti Pajajaran
    • Integration of the Hospital-at-Home System through CAGEUR Services and the 112 Bogor Siaga Emergency System in Strengthening Quality, Safety, and Risk Management through Home Care Emergency Response
    • Implementation of Hospital-at-Home in an Integrated Cardiac Care Program to Improve Emergency Response and Patient Safety

Keberhasilan tiga poster tersebut menunjukkan bahwa rumah sakit daerah di Indonesia telah mulai mengembangkan berbagai inovasi Hospital at Home yang tidak hanya menjawab kebutuhan pelayanan di daerah masing-masing, tetapi juga memiliki relevansi dalam diskusi global mengenai transformasi pelayanan kesehatan berbasis rumah.

Bagi anggota ARSADA maupun masyarakat yang ingin mempelajari lebih lanjut, abstrak dan poster tersebut dapat diakses melalui tautan berikut:

Sepanjang kongres, para peserta memperoleh berbagai pembelajaran mengenai pengembangan ekosistem Hospital at Home. Pengalaman dari Taiwan, Jepang, Singapura, Australia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat memberikan perspektif bahwa keberhasilan Hospital at Home tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh integrasi kebijakan, sistem pembiayaan, sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor.

Peserta asal Indonesia di Medical Taiwan (pre-congress guided tour)

Bagi ARSADA, keikutsertaan dalam APHaH 2026 bukan sekadar menghadiri konferensi internasional, melainkan menjadi awal dari upaya membangun jejaring pembelajaran bagi rumah sakit daerah di Indonesia. Berbagai pengalaman yang diperoleh akan didiseminasikan kepada anggota ARSADA melalui webinar, workshop, pendampingan, serta pengembangan model layanan yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik dan kesiapan masing-masing rumah sakit daerah.

Melihat Command Center di Taichung Veterans General Hospital

Ke depan, ARSADA berharap semakin banyak rumah sakit daerah Indonesia yang mampu berkontribusi dalam forum-forum ilmiah internasional, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penyaji hasil inovasi dan praktik baik yang lahir dari pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, rumah sakit daerah dapat menjadi bagian aktif dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan global sekaligus memperkuat transformasi layanan kesehatan di Indonesia.