Author Archive

NEGARA-NEGARA YANG SUKSES BENDUNG SERANGAN VIRUS CORONA

Virus corona menjangkiti lebih dari 2 juta orang di lebih dari 200 negara di dunia. Sejumlah negara bahkan terpapar parah dengan angka kematian tinggi, juga sektor ekonomi yang terpukul. Namun di tengah badai pandemi Covid-19, beberapa negara telah sukses membendung serangan virus mematikan tersebut. Respons cepat, pengujian luas serta perawatan medis yang baik hingga lockdown ketat menjadi kunci sukses negara-negara tersebut meminimalisir penyebaran corona.      

NOL KASUS BARU POSITIF COVID-19 DALAM SEPEKAN, VIETNAM CABUT LOKDOWN

Vietnam patut diacungi jempol dalam penanganan wabah virus Korona sejak awal. Negara di Asia Tenggara tersebut banyak menyembuhkan pasien Covid-19 dan tak ada kasus kematian. Angka pertambahan kasus baru pun terkendali. Dalam sepekan terakhir, tak ada lagi kasus baru positif Covid-19 di Vietnam.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc sepakat pada Rabu (22/4) mencabut status penguncian (lockdown) secara nasional di sebagian besar negara itu. Vietnam sejak awal hanya melaporkan kurang dari 300 kasus Coronavirus dan tidak ada kematian sejak infeksi pertama terdeteksi pada Januari 2020. Pihaknya mulai mencabut pembatasan pergerakan yang ketat sementara sebagian besar negara di Asia Tenggara tetap terkunci.

“Tidak ada provinsi di Vietnam yang sekarang dipandang sangat rentan terhadap pandemi ini,” kata Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (24/4).

Can CT scans diagnose COVID-19? Experts argue for and against

In addition to RT-PCR testing, some experts argue that CT scans can diagnose COVID-19. Others disagree. Medical News Today spoke to two doctors who present their opposing viewpoints.

As the COVID-19 pandemic continues to claim lives across the globe, early diagnosis of people with SARS-CoV-2 is essential. Once a person has received a diagnosis, limiting their physical contact with others is one way to slow the spread.

What is the best way of establishing a firm diagnosis for COVID-19?

For many, the use of reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) is the gold standard. This molecular biology technique detects genetic material that is specific for the SARS-CoV-2 virus. Yet, RT-PCR is not 100% accurate, and some experts have raised questions around false-positive and false-negative test results.

Pandemi Corona Ancam 130 Juta Orang di Dunia Kelaparan, Bagaimana Indonesia?

Empat anak di Serang, Banten, kehilangan ibunya di tengah pandemi Virus

Corona COVID-19. Bukan akibat infeksi virus, sang ibu wafat karena serangan jantung usai dua hari kelaparan.

Tak hanya membuat keadaan darurat kesehatan, pandemi Virus Corona COVID-19 juga telah mengguncang ekonomi global, dengan bisnis-bisnis yang berjuang bertahan hidup, jutaan orang kehilangan pekerjaan, dan jutaan lainnya menghadapi kelaparan.

Kelaparan memang menjadi ancaman nyata di tengah pandemi COVID-19. Menurut David Beasley, Direktur Eksekutif World Food Programme (WFP) yang merupakan bagian dari PBB, pada 2020 masyarakat dunia yang menderita kelaparan terancam meningkat hingga 265 juta orang. Setengah dari jumlah itu akibat pandemi virus corona jenis baru. 

Kalangan yang paling terdampak adalah mereka yang hidup di negara-negara yang dilanda konflik, seperti Yaman dan Suriah.

Ventilator Tengkurap

Kamis 23 April 2020

Oleh : Dahlan Iskan

Mulailah berlatih prone –tidur dengan posisi tengkurap. Alias guring batiharap. Kebalikan dari telentang.

Prone dan ventilator kini memang jadi pembicaraan di media Barat.

Penderita Covid-19 yang ditolong dengan ventilator justru banyak yang meninggal.

Sebaliknya, pasien yang diminta melakukan prone justru banyak terselamatkan.

Tidur Tengkurap Disebut Bisa Selamatkan Nyawa Pasien Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Jumat dua pekan lalu, dokter Mangala Narasimhan menerima panggilan darurat di rumah sakit untuk covid-19. Seorang pria berusia 40-an dengan Covid-19 berada dalam situasi yang mengerikan, dan rekannya ingin dia datang ke unit perawatan intensif di Rumah Sakit Long Island Jewish. Dia harus memutuskan apakah si pasien perlu memakai alat pendukung kehidupan? Namun Narasimhan memutuskan untuk membalik posisi pasien menjadi tidur tengkurap. Akhirnya dia tak perlu ditempatkan di ICU, cara tersebut berhasil.  Dokter menemukan bahwa menempatkan pasien virus corona yang sakit paling parah dalam posisi tengkurap bisa membantu meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru mereka.

“Kami menyelamatkan hidup dengan ini, seratus persen,” kata Narasimhan, direktur regional untuk perawatan kritis di Northwell Health dikutip dari CNN “Ini hal yang sangat sederhana untuk dilakukan, dan kami telah melihat peningkatan yang luar biasa. Kami dapat melihatnya untuk setiap pasien.” Pernyataan ini juga didukung oleh Kathryn Hibber, direktur ICU medis di Rumah Sakit Umum Massachusetts

“Kami membuka bagian paru-paru.” Pasien dengan virus corona banyak yang meninggal karena ARDS, atau sindrom gangguan pernapasan akut. Sindrom yang sama juga membunuh pasien yang menderita influenza, pneumonia dan penyakit lainnya. Tujuh tahun yang lalu, dokter Prancis menerbitkan sebuah artikel di New England Journal of Medicine yang menunjukkan bahwa pasien dengan ARDS yang menggunakan ventilator berisiko lebih rendah untuk meninggal jika mereka dibaringkan tengkurap  Ketika pasien di Long Island Jewish ditempatkan di perutnya, tingkat saturasi oksigennya, ukuran oksigen dalam darah, naik dari 85 persen menjadi 98 persen. tampaknya membantu karena memungkinkan oksigen untuk lebih mudah mencapai paru-paru. Saat tidur tengkurap bobot tubuh pada dasarnya menekan beberapa bagian paru-paru. “Dengan menempatkan mereka tidur tengkurap mereka, kita membuka bagian paru-paru yang sebelumnya tidak terbuka,” kata Hibbert.

Info seputar Covid-19

Dalam menghadapi Covid-19, banyak rumah sakit melalukan terobosan, demikian juga RS UNAIR yang terus berupaya dalam memberikan tatalaksana Covid-19, antara lain:

  1. Gedungnya terpisah dengan RSUA. Punya pintu masuk dan keluar sendiri.
  2. Punya poli khusus Covid. Terpisah dengan poli lain dan terpisah dari IGD.
  3. Diagnosis pasti ditegakkan berdasar PCR Covid-19.
  4. Status paru ditegakkan dengan CT SCAN. Bukan foto torak
  5. Status jantung di tegakkan dengan Echokardiografi pada semua pasien
  6. Perawatan di sesuaikan keadaan: ICU dengan tekanan negatif berjenjang. Saat ini 16. Minggu depan 40. HCU dengan tekanan negatif. Saat ini 16. Minggu depan 134.
  7. Tersedia kamar operasi Covid.
  8. Tata kelola berbasis pendekatan Biologis dan Psikologis.
  9. Tersedia RAISA. Robot produksi RSUA- ITS.
  10. Peran Robot: membantu tenaga kesehatan, mencegah transmisi dari pasien ke tenaga kesehatan, mengurangi APD, memberi kesempatan lebih kepada pasien untuk beristirahat.
  11. Terdapat pendampingan: Psikiater, Psikolog, berbagai Tokoh Agama.
  12. Sedang di buat smart syringe pump di kendalikan via HP.
  13. Kamar jenazah canggih. Terdapat chamber open- close- in spray- open.
  14. Disediakan chamber untuk sterilisasi sampah biologis dan non biologis.

Demikian penjelasan Prof DR Dr Nasronuddin, SpPD (K)

Catatan dari Praktisi Tentang Penggunaan Ventilator

Dari dulu saya tahu Ventilasi Mekanik itu tidak pernah dianggap sebagai terapi.

Ventilator itu untuk support fungsi organ yang fail sampai fungsinya pulih jadi memang untuk tx. simptomatik. Terapi definitif (terapi kausal) tetap harus dilakukan, kalau tidak ya tidak ada gunanya.

Apakah kalau pasien megap-megap karena tidak kuat bernapas akan dibiarkan. Contoh lain: Apakah kalau pasien anuria dibiarkan? Tentu tidak.

Pada masa kini teknik yang digunakan adalah protective ventilation strategy dan gentle ventilation, tidak seperti dulu-dulu lagi. Inipun dilakukan setelah terapi-terapi lain yang diberikan tetap pasien memburuk dan gagal nafas.

Nah masalah timing inilah yang penting. Ada kriterianya kapan intervensi dengan ventilator harus dilakukan.

Hypoxia not only stop the machine, it wreck the machine. Jadi kalau terlalu lambat, mesinnya (organ-organ tubuh) sudah keburu rusak dan mortalitasnya pasti akan tinggi.

Tidak seperti mobil, pada manusia kita hanya bisa memperbaiki alat/ organ yang bermasalah tanpa diperbolehkan mematikan mesinnya dalam hal ini fungsi-fungsi organ. Dan ini maaf, tidak gampang perlu observasi ketat.

Pada kasus Covid-19 severe dan perlu perawatan intensif di RIK (Ruang Isolasi Khusus) yang dilengkapi dengan ventilator, CRRT/ dialisis, echo, alat Ro” bahkan ECMO, dan lain sebagainya. Sekarang sedang dikembangkan, px covid ditidurkan, diventilator, posisi ditengkurapkan.

 

Disadur dari catatan praktisi yg bertugas di RIK, ICU