Author Archive

In COVID- 19

Best summary today:

1.-Why there is high ferritin level ?

2.-Why there is very high DDimer levels disproportionate with the severity of infection?

3.-Why ARDS in those are nearly Not responding to high PEEP and Fio2 levels?

Problematika dan Skenario Revisi JKN

Sebagai pemakalah pertama Dirjen Bina Upaya Kesehatan Prof Dr Akmal Taher SpB (K) Uro, dalam seminar hari ke1 dengan thema “Heboh JKN : Sampai Kapan?”, pada Rabu 11 Juni 2014, di Gumaya Tower Hotel – Semarang, dikarenakan urusan penting yang dadakan beliau memaparkan secera teleconference.

Adapun makalahnya yang dipresentasikan Dirjen BUK yang mantan Dirut RSCM itu mengambil judul “Pelaksanaan JKN : Problematik dan Skenario Revisi Kebijakan.” Makalah yang setebal 28 halaman itu, Prof Akmal memaparkan pelaksanaan JKN secara lengkap. Mulai dari Perkembangan Kepesertaan JKN, hingga 23 Mei 2014, dari , delapan kelompok peserta, total peserta mencapai 120.478.399 peserta.

Halaman berikutnya, Dosen FKUI itu menjelaskan perkembangan kerjasama Nasional feskes primer dengan BPJS meliputi 1750 rumah sakit. Dan, feskes lain seperti Puskesmas, Dokter Umum, Dokter Gigi, klinik Swasta, klinik TNI, klinik Polri dan RS Pratama sejumlah 16.548 buah pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, Prof Akmal mengurai Outline Skenario Kebijakan yang menata Kualitas Kendali Mutu dan Kendali Biaya (INA CBGs), diikuti Fraud dalam Pelayanan Kesehatan, Remunerasi dan Tarif Jasa Pelayanan, Scale Up Akreditasi RSUD Pemerintah, dan Sinkronisasi Perencanaan Anggaran Pemenuhan Akses Infrastruktur dalam RS Rujukan Regional.

Selanjutnya dalam papernya Dirjen BUK menjelaskan Tarif INA-CBGs yang lebih lengkap, dalam sejumlah halaman. Kemudian, Prof Akmal memaparkan mengenai Formularium Nasional.Tarif INA CBGs 2014 plus Tambahan Tarif. Dan, lembaran berikutnya mengenai Tindak Lanjut Perbaikan Tarif INA-CBGs.

Lebih lanjut, Guru Besar FK UI di bidang Urologi itu, memaparkan Kebijakan Remunerasi Satker BLU, Lantas masuk ke soal Fraud Dalam Pelayanan Kesehatan – meliputi : audit rujukan, sistem rujukan, CP dan INA CBGs di Faskes. Permasalah lain yang dipaparkan terkait JKN, mengenai Model Sistem Pelayanan Kesehatan di Era JKN yang berbentuk piramid mulai dari primer, sekunder, dan tersier. Selanjutnya mengenai permasalahan yang dihadapi era JKN, terhadap manajemen RS dan Staf Medis.

Lebih lanjut, dalam papernya Prof Akmal mengurai akreditasi Puskesmas dan RS. Dilanjutkan dengan sinkronisasi perencanaan anggaran pemenuhan akses infrastruktur dalam RS Rujukan. Baru diakhiri dengan dua rekomendasi, meliputi Sbb : rekomendasi I terdiri

  • Perubahan terhadap PMK 69 tentang TARIF
  • Rumah sakit harus memulai perubahan cara pandang dari pola pembayaran fee for service ke pembayaran dari mulai tingkat manajemen rumah sakit, dokter dan seluruh karyawan rumah sakit.
  • -> tidak bisa lagi melihat kasus per kasus yang rugi atau untung, yang perlu dilihat adalah secara agregat pendapatan rumah sakit
  • Seluruh komponen dalam rumah sakit harus bisa bekerja sama untuk melakukan upaya efisiensi dan mutu pelayanan.dan memiliki komitmen untuk melakukan efisiensi karena inefisiensi di salah satu bagian rumah sakit akan menjadi beban seluruh komponen rumah sakit
  • Tarif INA-CBG saat ini belum sempurna. Perlu terus dilakukan upaya perbaikan, untuk itu saran dan masukan sangat diperlukan.
  • Evaluasi Tarif InaCBGs-Buat CP pada faskes dengan Format sesuai evidence saat ini- Kolaborasi Komdik dan Tim Verifikasi RS

Dan rekomendasi II yang disampaikan Prof Akmal sebanyak delapan poin, meliputi :

  • Perizinan, Klasifikasi dan Akreditasi RS harus mengikuti Peraturan yg berlaku
  • Akreditasi merupakan kewajiban RS à upaya peningkatan mutu di RS & sebagai antisipasi dalam implementasi SJSN
  • Standar Akreditasi RS yang berlaku di Indonesia terdiri atas Stdr Akreditasi Nasional Versi 2012 dan Stdr Akreditasi Internasional JCI
  • Implementasi Stdr Akreditasi melibatkan peran seluruh SDM RS pada semua Standar yang dipersyaratkan
  • RS wajib melaksanakan Program: Kes. Pasien, K3, PPI, PPRS dll bentuk Akreditasi
  • SIAPKAN DOKUMENTASI AKREDITASI VERSI BARU 2012 dari sekarang
  • Sistem Pengawasan RS melalui Pembentukan BPRS Provinsi dengan inisiasi oleh Dinas Kes Prov-PEMDA dan MASYARAKAT serta BPRS PUSAT
  • PREVENTIF terhadap Fraud

Di dalam teleconference Dirjen BUK menjawab persoalan seputar permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan JKN. Ada delapan Direksi RSUD dari berbagai daerah mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Prof Akmal tidak menjawab secara tuntas – tidak cukup memuaskan hanya memberikan harapan bahwa permasalahan mereka akan di bawa dalam rapat rutin minggua bersama BPJS.

Kendati tidak tuntas dan memuaskan tetapi pertemuan dengan Dirjen BUK membuka wacana para direksi konsep JKN yang kelihatan belum disosialisasikan dengan baik, sudah diaplikasikan. Sehingga masih perlu perbaikan – revisi agar kebijakan itu bisa berjalan mulus. AS

Dukung Secara Positif Pelaksanaan JKN

RAKERNAS ARSADA 2014

Dukung Secara Positif Pelaksanaan JKN

Dimulai dengan tarian pembuka “Tari Batik”, Rapat Kerja Nasional Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Ralernas Arsada) yang berlangsung di Semarang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. Heru Sujatmiko, MSc. Rakernas Arsada 2014 ini berlangsung pada tanggal 11 – 13 Juni 2014 di Hotel Gumaya, Jalan Gajah Mada, Semarang.

Tari Batik ditampilkan untuk memberikan gambaran kepada peserta Rakernas yang hadir dari berbagai penjuru tanah air tentang kekayaan batik di Jawa Tengah. Seperti diketahui daerah Jawa Tengah memiliki kekayaan aneka jenis batik, seprti batik Pekalongan, batik Solo, batik Lasem, batik Banyumas dan lain-lain. Batik diharapkan dapat membawa Indonesia menuju kepada kejayaan.

Tuntutan Penjara Kasus Buang Pasien

Mantan Ka Subbag Umum dan Kepegawaian RSUDDT Bandar Lampung, Heriyansyah dituntut hukuman penjara 22 bulan karena dinilai bersalah telah membuang pasien hingga meninggal.

Terdakwa Heriyansyah dituntut 22 bulan penjara karena bersalah melanggar pasal 306 ayat 2 KUHP junct5o pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP karena telah menelantarkan pasien yang mengakibatkan kematian. Kata Jaksa Penuntut Umum Hartono, dalam Sidang Pengadilan Negeri kelas 1A Tanjung Karang Bandar Lampung.

Jaksa menegaskan terdakwa dituntut kurungan selama 22 bulan penjara dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, dengan perintah tetap ditahan.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Mulyono, Jaksa Penuntut Umum menjelaskan hal yang memberatkan terdakwa adalah telah bmeresahkan masyarakat, karena menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman bagi masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan kesehatan yang layak.

RSUD Kefamenanu Segera Menjadi BLUD

KEFAMENANU-–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Kefamenanu segera menggunakan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Direktur Umum RSUD Kefamenanu, dr. Dery Fernandes,  di ruang kerjanya, Selasa (24/6/2014) siang, menjelaskan, dengan menerapkan pola BLUD, manajemen otonom dalam mengelola keuangan, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan rutin untuk operasional setiap hari. “Jadi ada fleksibilitas,” ungkapnya.

Menyoal admnistrasi BLUD, Fernandes mengakui masih menunggu dokumen dari bappeda, inspektorat, keuangan serta hukum. Setelah semua dokumen sudah disiapkan, kata Fernandes, pihaknya tinggal menunggu peraturan Bupati TTU.

Aneka Kegunaan Tembakau

Para pemangku kepentingan di sektor komoditi tembakau Nasional harus segera ‘banting setir’ ke aneka produk turunan tembakau lain – selain rokok, ternyata ada banyak manfaat tembakau buat kemaslahatan manusia. Apa saja…? 

            Acapkali orang bicara manfaat tembakau, umumnya mereka hanya mengetahui satu produk, yaitu rokok. Sejak zaman kolonial Belanda, bangsa di negeri ini sudah menanamtembakau namun demikian mereka hanya mengetahui tujuan utama mereka menanam tembakau sebagai bahan baku/ untuk membuat rokok – baik itu rokok cigarette maupun cerutu. Untuk konsumsi pabrik rokok lokal maupun mancanegara. 

Zoonosis Ancam Hidup Manusia

Hewan tidak lagi menjadi sahabat bagi manusia. Saat ini ada sejumlah penyakit infeksi bakteri maupun virus mematikan yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit menular dari hewan kepada manusia disebut zoonosis.

Setelah diteliti oleh para ahli penyakit menular, di dunia tercatat ada sekitar 850 penyakit menular yang tergolong zoonosis, di Indonesia ada sekitar 200 dan belasan di ataranya tergolong mematikan.

Penularan umumnya terjadi melalui dari sejumlah kegiatan yang nampaknya sepele dan tidak berbahaya bahkan terkadang oleh aktivitas rutin tanpa disadari, seperti terpapar oleh virus atau bakteri dari hewan peliharaan, misal, burung kicau, anjing, kucing, ayam.

Resep “Umur Panjang” ala Blue Zones

 Dari sebuah pertemuan di Singapura yang mengangkat topik bahasan mengenai : Bagaimana Kita Dapat Mencapai “Umur Panjang” melalui pendekatan “Blue Zones”, yang diselenggarakan pada 12 Juni 2014 lalu.

Pendekatan BZ ini disimpulkan dari hasil penelitian di lima  daerah di berbagai Negara di dunia,  yg  diketahui banyak  memiliki penduduk yang berusia 100 tahun lebih, yaitu :  Nicoya (Costa Rica)‎, Ikaria (Yunani), Sardina (Italia),  Okinawa (Jepang) dan Coma Linda (California)

Belajar Dari Patung Tangan Rodin

Auguste Rodin, pematung Perancis, menghabiskan banyak waktu mengamati anatomi manusia, yang membantu dia untuk menyalurkan emosi dalam karya seni patungnya. “Diamati dan dipelajari setiap bagian dari sosok manusia yang ekspresif,” katanya.

Seratus tahun kemudian, Dr James Chang, seorang ahli bedah rekonstruksi tangan internasional terkenal di Stanford, telah menggunakan pahatan tangan Rodin untuk mengajar mahasiswa kedokteran dalam mengidentifikasi kondisi tangan tertentu. Misalnya, tangan kiri berkontraksi dari Pierre de Weissant, pahatan Rodin untuk Kaula dari Calais, yang menyerupai tangan pasien dengan sindrom Apert, adanya gangguan genetik langka di mana sendi tangan menyatu.