Opini
OPINI menghadirkan pandangan pengurus ARSADA dan pimpinan rumah sakit daerah mengenai isu terkini serta perkembangan perumahsakitan. Tulisan yang diterbitkan telah melalui kurasi redaksi. Pandangan dalam setiap tulisan menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap resmi ARSADA.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya. Isi tulisan tidak serta-merta mencerminkan sikap atau pandangan resmi ARSADA. Redaksi berhak melakukan penyuntingan dan kurasi sesuai pedoman publikasi ARSADA.
MERDEKA DARI TEKANAN SIMULTAN: BAGAIMANA MANAJEMEN RSD MELANGKAH ?
(Menyikapi Hasil Survei ARSADA)
Oleh: Syahrudin Hamzah (Departemen Pembinaan PPK BLUD ARSADA)
Di Tengah suasana menyambut hari kemerdekaan RI ke 81, kita cukup tersentak (bukan kaget, karena gejalanya sudah lama dirasakan) membaca hasil survei ARSADA dari sampling 90 RSD, yang dishare kemaren dan kemaren lusa oleh bu Sekjen di WAG ARSADA, apalagi setelah membaca artikel dari Departemen Humas dan Hubungan Antar Lembaga PP ARSADA terhadap hasil survei tersebut.
Tekanan Fiskal di Rumah Sakit Daerah: Mengapa Ini Menjadi Urusan Kita Bersama
Oleh: Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar-Lembaga – PP ARSADA
Proporsi rumah sakit daerah (RSUD) hampir sepertiga dari total populasi rumah sakit di Indonesia. Artinya, rumah sakit daerah memegang peranan strategis dalam konstelasi sistem pelayanan kesehatan. Di banyak kabupaten dan kota, RSUD bahkan menjadi satu-satunya fasilitas rujukan yang tersedia bagi masyarakat. Artinya, kondisi kesehatan RSUD bukan sekadar urusan internal pemerintah daerah, melainkan bagian penting dari daya tahan sistem kesehatan nasional secara keseluruhan.